Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Kau, Dia dan Aku

HOME


KAU, DIA DAN AKU
Oleh : Doni Apriyanto

Keharuan, kesedihan dan air mata itu sama
Sama-sama dalam cinta
Kegundahan, ketakutan dan kekhawatiran itu sama
Sama-sama dalam cinta
Kebahagiaan, tawa canda dan haru itu sama
Sama-sama dalam cinta

Bukan salah Tuhan yang menciptakannya dalam sama
Tapi salah ‘kau’ yang membuatnya menjadi berbeda
Bukan salah Tuhan yang menciptakannya dalam sama
Tapi salah ‘dia’ yang begitu nista menerima
Bukan salah Tuhan yang menciptakannya dalam sama
Tapi salah ‘aku’ yang selalu memberikan hina

Semuanya karena ‘kau’, ‘dia’ dan ‘aku’!
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’lah yang seharusnya bertanggungjawab!
Bukan ‘kita’ atau ‘kami’
Bukan juga ‘mereka’!

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ seharusnya didera!
Supaya tidak ada lagi beda,
Tidak ada lagi nista,
Apa lagi hina

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ harus segera ditangkap dan diamankan
Karena ‘kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ berbahaya
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ harus dibasmi sekarang juga!
Harus pagi ini juga!
Tidak perlu menunggu petang untuk melenyapkannya

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ itu menyeramkan
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ memakan apa saja yang tidak dimakan oleh ‘kita’, ‘kami’ dan ‘mereka’

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ memakan kedustaan dengan lahap
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’  juga menyimpan hasrat hitam pada semua lawan jenisnya.
Lalu untuk kesetiaan?
Jangan ditanya
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ amat benci mendengarnya

Teruntuk ‘kita’, ‘kami’ dan ‘mereka’,
Sebaiknya berhati-hati saja.
Karena ‘kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ ada dimana-mana
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ bisa berkamuflase menjadi apa saja

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ dapat merubah kedustaan menjadi kebenaran
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ dapat merubah jawaban menjadi alasan
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ dapat merubah merpati putih menjadi burung bangkai

‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ sebenarnya manusia
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ bisa jadi siapa saja
Tapi, ‘kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ bukan juga manusia
‘Kau’, ‘dia’ dan ‘aku’ bukan juga siapa-siapa
Karena ‘kau’, ‘dia’ dan ‘aku’
Bukan Cinta




Fragmen Suara Hati

HOME

Fragmen Suara Hati
Oleh: Doni Apriyanto

Saat dunia menatap tajam ke arahku
Aku tidak tahu harus bersikap apa di hadapan manusia
Aku terpuruk dalam takut, terpaku
Karena mereka memandang aku yang berlumur dosa
Aku gundah harus menjadi siapa
Ketika cinta bergegas meninggalkanku malu
Meskipun sekuat tenaga kumenahannya
Tapi cinta sudah hinggap di satu insan yang biru
Kehampaan datang menghampiri
Seolah-olah sekejap menyesakkan rongga-rongga hati
Fantasi dan elegi lalu menjadi pilihan yang ironi
Apa aku harus melarikan diri dan tak kembali ?

                                         Tanah Jawara, 10 Januari 2013

Senin, 23 September 2013

Untuk Kalian di Masa Lalu




Untuk Kalian di Masa Lalu
Oleh: Doni Apriyanto


Mendung tak berujung fajar bukan berarti aku yang pergi/
Tidak juga segala mesra dan tawa pada masa yang lalu/
Ada kalanya kita tegap teguh/
Dimana tak selalu ada aku atau engkau dalam satu jajar/

Atau mungkin, tanpa tersadar kita telah lupa/
Bahwa cukup lamanya masa yang terlewat/
Namun, akan ada waktu/
Ketika semua dari kita memiliki satu yang sama/


-Sudut ruang, 23 September 2013 Pukul 23:58 WIB-